Selasa, 30 Agustus 2011

PMS (Premenstrual Syndrome)


Kalau mood lagi kacau, pasti saya bakal bilang ke diri saya, ini pasti lagi PMS. Kalau nafsu makan lagi tinggi, pasti PMS jadi alasan saya. Kalau lagi pengen marah-marah ke orang, lagi-lagi PMS jadi tameng saya. hahaha.. Kadang untung juga jadi wanita, bisa marah-marah, makan banyak, bikin orang lain ketularan bete, hanya karena satu alasan; PMS. But somehow, ga semua orang bakal ngerti kalau kamu lagi PMS. Apalagi kalau itu ngeganggu aktivitas pribadi dan orang lain. So, prepare yourself before PMS disturbed you. Beda tipe PMS beda pengobatannya loh.. (kata anitasuci di http://anitasuci.tumblr.com/post/4106322397/premenstrual-syndrome)
Hmm ya. Kadang saya juga bisa bete seharian dan kalo ada orang yang ganggu atau sok lucu waktu-waktu itu, kira-kira ekspresi saya kaya maung (harimau) lagi ngaum "GRAAAAOOOO" (dan dalam imajinasi saya, saya emang nyakar muka orang itu. hahaha). Kalo ga lagi pengen marah-marah terus, kadang cuma diem ngegalau, bawaannya perasaan ga enak mau ngapa-ngapain (eh itu mah bukan galau deng), atau kadang bawaannya pengen makaan terus. Eh udah gitu sehari dua hari kemudian saya dapet. dan ini masih termasuk normal buat perempuan yang lagi PMS. 
Seperti kata Anita tadi, ternyata ada beberapa tipe PMS yang setiap tipe beda juga gejala dan penanggulangannya. Dr. Guy E. Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS, membagi PMS menurut gejalanya yakni PMS tipe A, H, C, dan D. Delapan puluh persen gangguan PMS termasuk tipe A. Penderita tipe H sekitar 60%, PMS C 40%, dan PMS D 20%. Kadang-kadang seorang wanita mengalami gejala gabungan, misalnya tipe A dan D secara bersamaan. (kalo saya gantian, ga bersamaan sih)

PMS tipe A (anxiety); gejalanya lebih ke perasaan cemas, sensitif, syaraf tegang, dan depresi ringan. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron: hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. Cara mengatasinya dengan banyak makan makanan berserat dan hindari kopi. 

PMS tipe H (Hyperhydration); gejalanya adalah gejala edema (pembengkakan) seperti perut kembung, pembengkakan di tangan dan kaki, dan rasa nyeri di buah dada. Biasanya seiring dengan gejala PMS lain. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita. Pemberian obat diuretika untuk mengurangi retensi (penimbunan) air dan natrium pada tubuh hanya mengurangi gejala yang ada. Cara mengatasinya dengan hindari makanan dengan garam dan gula tinggi. Minum juga jangan banyak-banyak (tapi jangan jadi malah ga minum). Hindari juga jus buah karena jus buah dapat meragi dalam perut dan membuat kondisi lebih buruk.

PMS tipe C (Craving); gejalanya rasa pengen makan terus, apalagi yang manis-manis. Tapi pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang kadang-kadang sampai pingsan (nahloh). Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. timbul juga gejala jantung berdebar, lelah, pusing, bahkan rasanya pengen pingsan. Sebisa mungkin hindari stres, soalnya bakal semakin memicu nafsu makan. Makan banyak protein dan hindari garam tinggi.

PMS tipe D (Depression); ini gejalanya sedikit parah. Gejala seperti depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi). Biasanya ini dibarengi dengan PMS tipe A, karena kalau yang murni tipe D kadang gejalanya seperti ingin bunuh diri. Serem ya...tapi kata riset cuma sekitar 3% yang memiliki tipe D murni ini. PMS tipe D murni disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, di mana hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya. 
Untuk yang mengalami tipe A dan D berbarengan, perbanyak makanan yang tinggi vitamin B dan magnesium. Kalau yang udah ekstrim banget, mending pergi ke dokter untuk dikasih suntik hormon biar hormonnya seimbang.

Jadi, PMS itu apa? Ko bisa sih kita PMS?

Sindrom pramenstruasi (Bahasa Inggris: premenstrual syndrome, PMS) adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita, tepatnya akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid. Sindrom ini biasanya lebih mudah terjadi pada wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid. Akan tetapi ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya PMS:
1. Wanita yang pernah melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksima). 
2. Status perkawinan (wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum). 
3. Usia (PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 - 45 tahun). 
4. Stress (faktor stres memperberat gangguan PMS).
5. Diet (faktor kebiasaan makan seperti tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda, produk susu, makanan olahan, memperberat gejala PMS). 
6. Kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan minum alkohol juga dapat memperberat gejala PMS. 
7. Kegiatan fisik (kurang berolahraga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya PMS).

Selain itu, untuk pencegahan umum, PMS dapat diatasi melalui diet yang tepat dan langkah-langkah yang diperlukan seperti:
1.Batasi kosumsi makanan tinggi gula, tinggi garam, daging merah (sapi dan kambing), alkohol, kopi, teh, coklat, serta minuman bersoda.
2.Kurangi rokok atau berhenti merokok.
3.Batasi konsumsi protein (sebaiknya sebanyak 1,5 gr/kg berat badan per orang).
4.Meningkatkan konsumsi ikan, ayam, kacang-kacangan, dan biji-biji-bijian sebagai sumber protein.
5.Batasi konsumsi makanan produk susu dan olahannya (keju, es krim, dan lainnya) dan gunakan kedelai sebagai penggantinya.
6.Batasi konsumsi lemak dari bahan hewani dan lemak dari makanan yang digoreng.
7.Meningkatkan konsumsi sayuran hijau.
8.Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung asam lemak esensial linoleat seperti minyak bunga matahari, minyak sayuran.
9.Konsumsi vitamin B kompleks terutama vitamin B6, vitamin E, kalsium, magnesium juga omega-6 (asam linolenat gamma GLA).

Di samping diet, perhatikan pula hal-hal berikut ini untuk mencegah munculnya PMS:

1.Melakukan olahraga dan aktivitas fisik secara teratur.
2.Menghindari dan mengatasi stres.
3.Menjaga berat badan. Berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko menderita PMS.
4.Catat jadwal siklus haid Anda serta kenali gejala PMS-nya.
5.Perhatikan pula apakah Anda sudah dapat mengatasi PMS pada siklus-siklus datang bulan berikutnya.

Semoga ini bermanfaat bagi semua: bagi wanita agar dapat mengatasi masalahnya sendiri (pesan saya), juga bagi para pria untuk lebih mengerti wanita (pesan narasumber) :D

rujukan: 

0 komentar:

Poskan Komentar

girl's stuff

bagja kana Sunda

Taujih

 

Titik Senyap Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by Buy Engagement Rings | Infidelity in Marriage by Blogger Templates