Kamis, 28 April 2011

Rindu Surga 2




"Handzalah telah munafiq!" seru Handzalah.
"Saya (Handzalah) berada di sisi Rasulullah SAW yang sedang mengingatkan kami tentang surga dan neraka, seolah-olah keduanya terlintas di mata. Akan tetapi setelah kami keluar dari sisi beliau dan kembali kepada isteri, anak serta berbagai persoalan, maka kami melupakannya."

Rindu Surga 1: prolog


Penghujung Maret lalu, saya dan beberapa teman sepakat menghadiri sebuah mabit di Masjid Baitul Ihsan (Masjid Bank Indonesia) di Jakarta Pusat. Mabit ini diselenggarakan oleh Daarut Tarbiyah, dengan acara unggulannya yaitu Qiyamu Lail 3 juz. Subhanallah yaaa.... :)

Bertajuk mabit "Rindu Syurga", Ustadz H. Abdul Mu'iz Saadih, MA dan Ustadz . Fadlyl Usman Baharun berkesempatan mengisi sesi taujih malam itu. Malam itupun terasa bermakna. Memang senang ya rasanya ketika kita dapat berkonsentrasi penuh untuk metaqarrubkan diri pada Allah tanpa terpikir tugas ini, deadline itu. Senangnya tingkat tiga~~

Selasa, 26 April 2011

untitled 2


karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
ketika jabat tangan dan salam terasa menyakitkan, 
saat kebersamaan serasa siksaan,
saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai,
aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita!
hanya iman iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil.
tentu terlebih sering, imanku lah yang compang camping..

Rabu, 20 April 2011

Me, Myself, and I


*Konsentrasi penuh*

hehe ini bukan lagunya Beyonce ko. Ini tentang yang saya pelajari pas KSPK tadi.

KSPK? Apa itu? KSPK itu singkatan dari Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian, mata kuliah yang paling asik semester terakhir ini. Bayangkan kalo KSPK ngga ada, saban minggu kita cuma kuliah Audit Sektor Publik ama Komputer Audit/Aplikasi Komputer Akuntansi Keuangan. The last semester would be too flat.

Jumat, 15 April 2011

#1


kalau aku, pasti akan membuka diri lewat tulisanku. Tapi tidak denganmu. Berlembar-lembar kubaca tulisanmu, bagiku kamu tetap misteri. Polamu abstrak. Terkaanku selalu diiringi ragu. Berlembar-lembar kubaca tulisanmu. Tak juga mengasah kemampuanmu untuk membaca kamu. Ya, Polamu abstrak. Kuyakin bukan kamu yang ambigu. Aku yang tak mampu.
karenanya, tolong bantulah aku sedikit saja. Tak peduli seberapa tajam kata-katamu. Itu suara hatimu. Jika tajam tentulah hatimu telah teriris terlebih dahulu. Maka aku tak akan peduli seberapa tajam kata-katamu. Aku tak peduli akan diksimu. Yang kutahu, aku ingin memahamimu. Meski dengan telinga terbuka aku tetap tak bisa mendengar suara hatimu sepenuhnya.
Hatiku agak tuli, ya aku tahu. Tapi aku ingin mengerti. Karena hasratku sebagai sahabatmu mengatakan aku ingin mengerti kamu. Aku ingin yang terbaik kumampu, kuberikan untukmu.
karenanya, tolong bantulah aku sedikit saja. Aku ingin mengerti kamu, maka senandungkanlah kisah hidupmu. Nyanyikanlah marahmu, pedihmu, lelahmu, senangmu, meski hanya semata agar hatimu tak lelah membendungnya sendiri. 

Minggu, 10 April 2011

Sup Bunga Matahari


heem waktu saya googling gambar bunga kesukaan saya, bunga matahari, entah kenapa jadi kepikiran "apa bunga matahari bisa dijadiin masakan ya?" Saya googling lagi dan ternyata...
eng ing eeng, banyak juga hasil yang menampilkan "sup bunga matahari". Tapi setelah saya liat-liat, ternyata bukan bung matahari beneran yang dipake. Itu kaya adonan bunga yang dibentuk pake adoan pie. Waktu liat warnanya juga sebenernya lebih kaya bunga daisy/ krisan. tapi tetep lucu sih, hehe.
Semoga tar kalo di rumah kesampean nyobain resep ini. jadi, kaya gimana sih bikin resep ini? ayo kita liat :3

girl's stuff

bagja kana Sunda

Taujih

 

Titik Senyap Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by Buy Engagement Rings | Infidelity in Marriage by Blogger Templates