Kamis, 14 Juli 2011

Tentang Interview


Kalo kemarin saya ngomongin tentang CV, sekarang saya ngomongin tentang materi yang baruu aja dikasi sama Pak Ossi kemaren: Interview. Sebenernya dua materi terakhir itu cocokya buat yang mau melamar kerja ke perusahaan ya, kurang cocok buat PNS. Yaa tapi meski mungkin kurang bermanfaat buat saya, bisa jadi bermanfaat buat yang lain ^^. Sharing pengalaman dari orang sukses ga akan ada ruginya sih..

ehm, interview


Interview, ko bisa sih gagal? 
banyak banget alasannya. Waktu ngadai survey di kelas, menurut kita ini faktor-faktor yang bikin kita ga lolos suatu interview:

                      

Ikut Arus Pewawancara
Kalo kita diinterview sama orang yang berpengalaman atau jago nge-interview, bukan ngga mungkin dia akan bikin alur pertanyaan yang bikin kita mengeluarkan aslinya kita kaya gimana. Kuncinya? Yaa dari niat. Mungkin yang akan kepeleset disini adalah orang-orang yang salah ambil langkah untuk mengambil hati interviewernya: penjilat.

Terlalu Jujur
Seperti juga CV, kita tidak diminta untuk membeberkan segalanya tentang kita. Fokus utama kita adalah untuk meyakinkan interviewer bahwa kita layak untuk posisi yang kita lamar. Jadi, tidak perlu membeberkan hal-hal yang tidak perlu. Kalau interviewer menanyakan kompetensi yang ternyata tidak kita kuasai, jawab saja secara pendek, tidak perlu kemudian menjelaskan panjang lebar apalagi sampai curhat. Lagipula, kalaupun memang kompetensi itu dibutuhkan, kita kan bisa belajar. Yakinkan saja interviewer bahwa kita memang berminat dan berniat untuk posisi tersebut dan siap untuk mempelajarinya dengan cepat.

Terlalu PD, tidak tampil PD
Sikap terlalu PD atau meremehkan tentunya akan langsung bikin ilfeel interviewernya. Sebaliknya, tidak tampil PD akan membuat interviewer melihat kita tidak kompeten. Kalalu diri sendiri saja tidak percaya akan kemampuannya, gimana orang lain mau percaya?

Kurang Komitmen
Katakanlah kita memiliki segudang aktivitas, posisi dan amanah dimana-mana. Dengan banyaknya kepentingan yang tidak dapat kita tinggalkan, interviewer akan meragukan kesanggupan kita dalam menghandle pekerjaan. Namun jika memang kita yakin mampu, yakinkan interviewernya dong :). Salahsatu kuncinya, ingat bahwa meski kita tidak punya waktu 24 jam untuk posisi tersebut, kita tetap mampu memberikan hasil 100% yang dibutuhkan selama kita memegang posisi tersebut. If there is a will, there is a way.

Tidak Menjual
Hmm ya. Dalam dunia kerja kita menjual kompetensi kita. Jadi kalau ngga pinter promosiin diri kita, kita ngga bisa ngeyakinin interviewer tentang potensi kita yang kita punya.

Tentang Interview
CV yang sudah dibuat dengan menarik dan berkesan, akan sia-sia kalau kita ngga membawakannya dengan baik dan menarik. Nah, tau kan kalau interview itu waktunya singkat. Seorang interviewer, dalam waktu yang sedikit itu akan cenderung menggali atau mencari sesuatu yang dapat diunggulkan dibandingkan dengan kekurangan yang dipaparkan. So, fokuskan saja untuk "menjual diri" tapi ngga dengan cara yang lebay. Karena lebay ngga enak di hati dan juga akan terlihat seperti mengada-ada.

Saat Interview...
Persiapkan diri seoptimal mungkin untuk interview. Pelajari apa yang harus dilakukan dan jangan dilakukan. Lalu saat interview, keluarkan semua yang terbaik dari kita. Tunjukkan sisi-sisi positif kita yang dapat diunggulkan. Sikap yang sopan, beretika, open minded, menyenangkan untuk diajak bekerja sama dapat menyentuh hati interviewernya :).
Atur agar cara bicara kita menyenangkan. Jangan sampai saat kita menjelaskan malah terlihat seperti menggurui. Intinya sih, pinter-pinter ngatur semuanya biar serba pas. Ngga kurang, tapi ngga over juga.

Perhatikan juga kompetensi dan spesifikasi yang kita punya dan kompetensi dan spesifikasi apa yang dibutuhkan perusahaan. Perhatikan apakah kita sudah punya kompetensi yang sesuai dengan posisi yang di-apply. Posisi yang berbeda tentu saja membutuhkan kompetensi yang berbeda pula.



Role Playing
Teknik ini bisa digunakan untuk latihan dalam mempersiapkan diri untuk interview. Simulasi tanya jawab dengan diri sendiri. Bayangkan posisi kita menjadi interviewer, kira-kira pertanyaan apa aja yang akan ditanyakan oleh interviewer. Gunakan alat rekam saat latihan. Coba perhatikan, dari rekaman tersebut, apakah kita sudah menjawab pertanyaan dengan memuaskan atau belum, kita sudah memberikan gambaran diri kita dengan baik atau belum, dsb.






0 komentar:

Poskan Komentar

girl's stuff

bagja kana Sunda

Taujih

 

Titik Senyap Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by Buy Engagement Rings | Infidelity in Marriage by Blogger Templates