Minggu, 17 Juli 2011

Ikut Test Psikologi, Ga Rugi :)


Saya mengenal konsep diri pertama kali waktu SMP. Guru saya menjelaskan tentang minat dan bakat. Dalam pikiran saya, berbakat berarti jago memainkan alat musik atau berolahraga, atau melukis. Hanya sekitar bidang seni dan olahraga. Maka ketika saya ditanya apa bakat saya, saya bengong. Terus jawaban saya, "ngga ada". Ketika saya ditanya apa minat saya, saya jawab, "ngga tahu." #nohope.

Bahaya kan, anak kaya saya. Gimana mau berguna buat dien, keluarga, bangsa, dan negara (pkn mode:on) kalo saya sendiri ga tau saya bisa ngasih manfaat apa. Tapi seenggaknya saya tahu saya ngga sendiri. Di sini, di Indonesia ini, di dunia ini, ada banyak orang yang mungkin sampai mati pun ngga tahu sebenernya Allah kasih keistimewaan apa buat dirinya. Sebagian tidak tahu karena tidak pernah keluar dari tempurung lingkungannya, sebagian tidak berjodoh dengan kesadarannya, sebagian lagi tidak tahu karena baginya tidak ada waktu untuk itu. Boro-boro mikirin potensi, mikirin makan aja susah...

Saya ngga punya pendapat apapun tentang orang yang tidak menggali potensinya karena terbatasi kesempatan. Ingat Lintang dalam Laskar Pelangi, saya miris. Dia berbakat, minatnya sangat besar. Dia punya mimpi, dia punya teladan. Tapi sayang, celah kesempatan terlalu sempit untuk ia lalui. Si jenius itu harus menyerah pada keadaan. Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, saya sepakat dengan penulisnya, Andrea Hirata, bahwa di dunia ini mungkin masih ada banyak Lintang-Lintang lain yang terperangkap keadaan. Potensinya untuk menjadi permata yang berkilauan terpendam begitu saja. Sedih, ya? Yang jelas mereka harus dibantu dengan apapu yang kita bisa, sekecil apapun bantuan yang kita beri.


Yang jelas Allah tidak akan pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Saya yakin setiap individu punya cetakan dirinya masing-masing, karena track yang akan dia lalui selama hidup berbeda-beda juga. Potensi dan karakter diri itu ibarat aset kita buat mencapai target-target kita, buat nyelesein masalah dan ujian yang kita hadapi selama kita hidup. Maka ngga ada salahnya kalo kita mengerti diri kita seperti apa, kelebihan-kelebihan apa yang bisa kembangin, kekurangan-kekurangan apa yang harus kita waspadai. Memahami diri sendiri juga bisa nambah rasa percaya diri dan yakin dalam bersikap atau mengambil keputusan. 

Alasan yang sudah saya ungkapkan dengan semangat tukang obat tadilah yang membuat saya tertarik untuk mengeksplor diri. Ada banyak hal yang bisa dilakukan setelah memahami bagaimana kita dan apa SWOT yang kita punya. Kita bisa memaksimalkan potensi yang dominan menonjol ataupun mengembangkan potensi yang paling minimum agar kita sukses.

Karena saya orangnya punya kesadaran diri kurang (ga peka diri sendiri kaya gimana), saya ngikutin tes-tes psikologi yang banyaak banget macemnya. Ternyata eh ternyata ikut tes-tes seperti itu asik, sampai akhirnya saya ngalamin ketagihan sebagai efek sampingnya :D. 

Kata anak psikologi, tipe tes psikologi yang utama bisa diklasifikasi sebagai berikut:

  • Tes intelegensi ( intelegence tests )
  • Tes bakat ( aptitude tests )
  • Tes prestasi ( achievement test )
  • Tes kreativitas ( creativitiy test )
  • Test kepribadian ( personality test )
  • Inventory minat ( interest inventory )
  • Prosedur perilakuan ( behavioral procedures )
  • tes neuropsikologi ( neuropsychological test )
Di antara tes-tes ini, tes intelegensi dan tes kepribadian yang paling akrab didengar oleh telinga-telinga orang awam seperti saya. 


Untuk mengikutinya juga ada banyak cara. Bisa dengan ikut tes resmi kaya psikotest atau talent mapping. Bisa juga lewat buku-buku yang sekarang ini banyak beredar. Banyak macemnya juga: Personality Plus, Eneagram, Kokology, dsb. Selain itu, lumayan banyak juga situs dan aplikasi internet yang menawarkan jasa tes gratisan, seperti:
http://similarminds.com/
dll.

Selain itu sebenernya di fb banyak juga aplikasi tes-tes berdasar bulan lahir, golongan darah, dan warna kesukaan. Kurang logis ya? Tapi saya suka iseng ngikutin juga sekedar buat fun, hha.

Tertarik? Silakan mencoba... ga ada salahnya meluangkan waktu 5-10 menit buat memahami diri kita lebih baik :).

*btw ini judulnya ngga banget ya. Tapi apalah arti sebuah nama... #syalaalaaa #ngeles

0 komentar:

Poskan Komentar

girl's stuff

bagja kana Sunda

Taujih

 

Titik Senyap Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by Buy Engagement Rings | Infidelity in Marriage by Blogger Templates