Jumat, 04 November 2011

Menjalani Hidup itu...


Waktu menjalani ospek di ITB (INKM 08 namanya), ada sesi bimbingan dari kakak tingkat. Beliau memberikan kami sebuah simulasi. Singkat tapi berkesan sampai sekarang.

"Coba sekarang siapkan empat potongan kertas. Kecil-kecil aja." Pandunya. Kami yang tidak tahu kemana arah simulasi itu, menurut saja. Saya robek kertas hingga menjadi empat potongan.

"Sudah? Sekarang...gambar sebuah bentuk, masing-masing satu di setiap kertas." lanjutnya. Have no idea, saya menggambar empat bangun dasar.
sebuah lingkaran, segitiga, persegi, dan trapesium
"Lalu...susun keempat gambar tersebut menjadi sebuah bangun baru. Harus ada artinya yaa."

Nah, ini tantangannya. Yaah, ah., aduh, kompak kami serukan. Ternyata sebagian besar menggambar asal saja, jadi bingung mau digambar apa. Akhirnya saya susun saja seperti ini:


kalau ditanya apa ini, saya mau jawab tugu! close enough.
Kakak pembimbing senyum-senyum aja memperhatikan tingkah kami. Lalu beliau mengelilingi ruangan, memperhatikan hasil karya kami satu per satu. Dua orang yang ditanya mengenai bangun apa yang dibuatnya, kebingungan.

Lalu beliau kembali ke depan ruangan, bertanya:
"Perasaan saya ngasih instruksinya gampang. Gampang kan ya? Langkah pertama? Gampang.. cuma ngerobek-robek kertas, selesai. Langkah kedua? Tinggal gambar. Langkah ketiga? Tinggal nyusun kan yaa..."

"Yang ketiga susah kaaak..." kompak jawaban kami.

Beliau senyum lagi. "Kenapa ngga gini aja," katanya sambil membentuk sebuah persegi panjang di papan tulis, yang kemudian dibaginya lagi menjadi empat persegi.
"Kalian susun dulu kotak-kotaknya, baru gambar sebuah bangun." lanjutnya. Lihatlah, apa yang beliau gambar:
emm oke, emang gambar versi saya jelek. aslinya bagus, i swear.
"Kalaupun dipisah, tetap ada bentuk utuh di masing-masing gambar."

"Sama seperti kita menjalani hidup ini, menjalani perkuliahan di sini. Empat tahun di kampus. Kalau kalian mikir acak seperti tadi; tahun pertama mau ngapain, tahun kedua ngapain lagi, tahun ketiga, keempat ngapain lagi, lulus nanti kalian dapet apa? Kenapa ngga merencanakan konsep keseluruhan terlebih dahulu. Tahun pertama kalian menanam benih, tumbuh tangkai. Tahun kedua kalian mendapatkan daun, tahun ketiga daun yang lebih banyak lagi. Hingga akhirnya pada tahun terakhir kalian mendapatkan bunga yang mekar. Setelah lulus, hasil kuliah kalian itu nyata."

Ya, menjalani hidup itu bukan dari hal-hal yang kita lakukan, baru menetapkan tujuan, baru mikir mau jadi apa. Tetapkan tujuan dahulu, baru lakukan hal-hal yang mendukung terwujudnya tujuan tersebut. Berfikir, bertindak konstruktif :).
***

Hem, lalu bagaimana dengan saya? karena tujuannya sudah ditetapkan yaitu menjadi PNS, ya ngga macem-macem. Pada awal perkuliahan saya punya misi konyol: mengumpulkan nametag kepanitiaan sebanyak-banyaknya. Yah bahkan dengan tujuan sekonyol itu, jika kita total dalam melakukannya toh banyak sekali manfaat. Bertemu dengan banyak kawan, banyak masalah, banyak kenangan, banyak pelajaran. 

0 komentar:

Poskan Komentar

girl's stuff

bagja kana Sunda

Taujih

 

Titik Senyap Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by Buy Engagement Rings | Infidelity in Marriage by Blogger Templates