Minggu, 10 Juni 2012

[Jalan-Jalan] Jakarta: Monas!


Euhm, udah berapa lama ini blog terbengkalai..mohon maaafff *bow

Udah lama saya pengen sharing gimana caranya refreshing di Jakarta yang ngga ngabisin duit, kan cocok tuh buat yang masih mahasiswa ataupun pegawai dengan status tergantung (belom tmt buuu...). Kalo udah mapanan dikit boleh lah yaa maen-maen ke luar pulau atau luar negeri. Sementara kalo masih bokek sih sepatutnya kita memuaskan diri dengan budget yang ada :D.

Hemm kalo soal ngebolang, temen saya Titan tentunya lebih berpengalaman..kayanya setiap kali kemana gitu, pasti karena dia yang ngajak. Tapi toh ngga ada ruginya kalo saya cerita-cerita hasil berguru sama temen saya yang satu itu :)). Ada  beberapa pilihan wisata lokal yang terkenal, di antaranya Kota Tua, Ragunan, dan Monas. Sebagai pembuka, mari kita telusuri wilayah Monas :))

Monas atau Monumen Nasional, adalah monumen peringatan yang didirikan untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia menghadapi Hindia Belanda.
Di halamannya yang luas itu, biasanya ada banyak penjual keliling atau sekedar membuka lapak disana. Mulai dari minuman, harumanis, balon gelembung, atau souvenir-souvenir berlambang Monas. Yang asyik nih, disana ada beberapa lapak penyewaan sepeda gandeng. Dengan Rp 20.000,00 teman-teman bisa menyewa sepeda gandeng dua untuk setengah jam. Untuk menyewa sepeda gandeng tiga, tinggal ditambah Rp 5.000,00 saja :D. Lumayan, bisa dua kali putaran Monas sambil santai-santai..

Di bagian dalamnya sendiri terdapat dua bagian: pelataran atas (tepat di bawah lidah api) dan pelataran atas (bagian cawan). Untuk mencapai loket tiket,kita harus menyusuri lorong bawah tanah terlebih dahulu. Pinter ya, jadi kalaupun disana lagi rame, pengunjung ngga harus kepanasan saat mengantri :D. Tiket dewasanya sekira dua/tiga ribu rupiah, sedang tiket anak-anak seribu rupiah saja, itu untuk sampai cawan. Untuk menuju puncak, kita harus membayar beberapa ribu rupiah lagi. Sayang, waktu itu kami datang jam tiga sore, padahal antrian untuk menuju puncak ditutup pukul dua siang. Jadilah kami harus berpuas diri menjelajah sampai cawannya saja.

Kita dapat menelusuri dua bagian dalam cawan. Di bagian bawah, yaitu Museum Sejarah Nasional, terdapat diorama-diorama yang berjejer di sepanjang dinding, mulai dari zaman purba hingga zaman pemerintahan orde baru. Sejarah RI lengkap! Kemudian setelah selesai mengelilingi dan menelaah habis diorama-diorama tersebut, kita dapat mengunjungi Ruang Kemerdekaan. Di sekeliling dindingnya terdapat masing-masing elemen kemerdekaan: Peta wilayah Indonesia, lambang Garuda Pancasila, Gerbang Kemerdekaan (yang di dalamnya disimpan naskah asli Proklamasi). Seharusnya ada juga bendera suci, yaitu bendera yang dikibarkan saat Proklamasi. Namun sayang, kondisinya yang sudah semakin tua dan rapuh menghalanginya untuk dipamerkan pada pengunjung.

Kalau nanti teman-teman sempat mengunjungi pelataran atas, dari sana teman-teman akan dapat melihat pemandangan seluruh kota Jakarta (jauh lebih luas jarak pandangnya dibandingkan hanya melihat dari puncak cawan). Selebihnya, tidak ada yang bisa dilakukan lagi di atas sana :p

Pemandangan Monas dari Atas (wikipedia)


Saat malam hari, bagian lidah api akan menyala terang. Pemandangan monas juga menjadi lebih indah. Karena itu, kalau mau foto-foto di Monas, lebih baik saat malam hari saja. Meski museumnya tutup, pemandangan disana membuat kita tak merasa rugi menyempatkan diri untuk mampir disana. So, enjoy!!

Pemandangan dari atas cawan (anis nampang di blogku, bayar!!)

sewa sepedaa :D

kalo malem, monas terang benderang :D

ada relief timbul juga di bagian depan pelataran bawah Monas


0 komentar:

Poskan Komentar

girl's stuff

bagja kana Sunda

Taujih

 

Titik Senyap Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by Buy Engagement Rings | Infidelity in Marriage by Blogger Templates