Kamis, 28 April 2011

Rindu Surga 2




"Handzalah telah munafiq!" seru Handzalah.
"Saya (Handzalah) berada di sisi Rasulullah SAW yang sedang mengingatkan kami tentang surga dan neraka, seolah-olah keduanya terlintas di mata. Akan tetapi setelah kami keluar dari sisi beliau dan kembali kepada isteri, anak serta berbagai persoalan, maka kami melupakannya."



Ingatlah kisah sahabat, Handzalah yang merasa munafik karena saat berada dalam majlis Rasulullah, surga terbayang. Namun saat di rumah dengan keluarganya, ingatan akan surga itu lenyap.


Itu adalah Handzalah, seorang dari kalangan sahabat Nabi. Lalu bagaimana dengan kita?


Sabda Rasulullah, "sa'ati wa sa'ati", menanggapi Handzalah. 


"Demi Dzat yang menguasai diriku, jika kalian terus-menerus berada dalam kondisi seperti ketika kamu di sisiku dan dalam keadaan dzikir, tentu malaikat akan mengucapkan salam buat kamu sekalian pada tempat tidur dan perjalananmu. Akan tetapi wahai Hanzalah, itu sewaktu-waktu. Wahai Hanzalah, itu sewaktu-waktu. Wahai Hanzalah, itu sewaktu-waktu."


Akan tetapi tentu saja, Handzalah berbeda dengan kita yang lebih banyak dalam perbuatan sia-sianya. Bahkan saat kuliah, saat bekerja, lupa akan akhirat. Waktu luang (bahkan yang sebenarnya tidak luang pun) dihabiskan untuk fb-an, twitteran, nge-game, tidur-tiduran, bukan untuk ibadah.


Maka, seriuskah impian kita untuk masuk surga?
dan siapkah kita untuk mempertanggung-jawabkan perbuatan kita selama ini di hadapan-Nya?


***


Indahnya surga, diterangkan dalam QS Ar Rahman 46-78, silakan disimak dan dihayati. Dalam ayat 46, "Bagi siapa yang takut menghadap Tuhannya ada dua surga."


bagi siapapun yang takut.
Menghadap Tuhan adalah sesuatu yang niscaya. Jika takut, tentulah ada persiapan diri. Tentulah akan menyiapkan diri.


Yahya ibn Ma'ud berkata, "Manusia itu takut akan miskin. Seandainya saja manusia takut akan neraka seperti ia takut jatuh miskin, niscaya ia akan masuk surga."


bagi siapapun yang takut.
takut pada Allah, takut karena apa?
takutlah untuk...
1. Mati dalam keadaan su'ul khotimah (kafir, nifaq, dll).
Umur itu, hitungannya di akhir. amal itu, hitungannya di akhir. dan sangat jarang, seseorang di akhirnya bagus sedang di awal kurag bagus. Kehendak Allah akan hidayah-Nya bukan sesuatu yang dapat kita dapat sekehendak hati kita. Jadi, persiapkanlah dari sekarang. Menjadi baiklah dari sekarang.


takutlah akan,,,
2. Dampak dari maksiat dan dosa kita.
Iblis melakukan satu, hanya satu macam maksita dan ia tidak diampuni selama-lamanya. Hanya karena satu dosa: Ia tidak menaati perintah untuk sujud kepada Adam.
Nabi Adan dan Siti Hawa dikeluarkan dari surga karena satu dosa: memakan buah khuldi.
dan seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka hanya karena satu macam dosa: mengikat seekor kucing, tidak ia biarkan untuk mencari makan sendiri dan tidak pula memberi kucing itu makan.


3. Tidak diterimanya amal Sholeh
Apa jadinya jika amal-amal kita selama ini tidak diterima oleh Allah? Allah hanya mau menerima amalan kita jika kita lurus dalam niat dan lurus dalam cara yang syar'i. Sedangkan saat kita beramal, seringkali riya dan sum'ah terselip di sana-sini. Sedangkan sedikitnya ilmu kita membuat terkadang kita malah tidak syar'i dalam beramal.
Teladanilah orang-orang yang berhati-hati dalam beramal, karena takut akan Allah,
QS Al Mu'minun:60: "dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan mati kepada Tuhannya."


4. Murka Allah SWT dalam bentuk nikmat dunia (istimroj)
"Apakah mereka bahwa kami memberikan harta dan anak-anak kepada merekaitu berarti bahwa kami segera memberikan kebaikan pada mereka? Tidak, tetapi mereka tidak menyadarinya." (Q.S. Al Mu'minun: 55-56)
Lihatlah Fir'aun. Allah tidak memberikannya harta dan kekuasaan karena sayang. Dan azab yang seperti itu, justru jauh lebih membahayakan. Mudah sekali untuk terlena, mudah sekali untuk tertipu.


dan tentang takut, ada seorang teladan yang memberikan gambaran yang jelas bagi saya mengenai rasa takut tersebut:
http://selebonline.com/must-read-meneladani-kepemimpinan-umar-bin-abdul-aziz-khalifah-di-negeri-termakmur-yang-hanya-memiliki-sepotong-pakaian/


***


Apa kamu mau masuk surga?


Apa kamu takut akan Allah?


Apa buktinya?


Mampukah kamu membuktikannya?


***
Subhanallah, taujih dari Ustadz H. Abdul Mu'iz Saadih, MA. Saya tahu catatan ini terlalu sayang untuk disimpan sendiri. Karena siapa tahu, di luar sana ada yang lebih dapat mengamalkannya dengan lebih baik. dan ilmu itu haruslah dibagi-bagi :)





0 komentar:

Poskan Komentar

girl's stuff

bagja kana Sunda

Taujih

 

Titik Senyap Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by Buy Engagement Rings | Infidelity in Marriage by Blogger Templates