Tampilkan postingan dengan label reading. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reading. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2011

Gagal Baca



Euhm, gimana ya..padahal ini bukunya best seller di Indonesia. Reviewnya bagus, banyak banget yang muji. Bahkan ada yang bilang beliau mendapatkan banyak energi saat baca ini. Tapi saya justru ngerasain banyak aura negatif waktu baca buku ini ==”.

Apa sih yang bisa bikin kita selesai melahap sebuah buku? Banyak hal. Tema cerita, konflik, kerumitan alur, karakter tokoh, gaya bahasa, pembawaan cerita. Perpaduan yang pas dari seluruh faktor itu yang bikin sebuah buku enak dibaca.

Kadang ada beberapa unsur yang kurang dari sebuah buku yang bikin pembacanya ngga puas saat menamatkan buku itu.  Sebenernya saya termasuk golongan orang yang terima jadi. Jarang banget saya ngomentarin “Aduh ini harusnya endingnya gini, aduh kenapa sih si ini ga milih si itu aja?, Harusnya si ini itu kaya gini, si itu ga boleh kaya gitu...”. Saya cuma baca, apapun hasilnya saya terima, terus ya menilai buku itu apa adanya aja, segimana jadinya aja. Jadi berhenti baca buku di tengah-tengah karena ngerasa ga worthed buat dibaca itu termasuk jarang saya alamin.

Senin, 04 Juli 2011

Monika dan Kawan-Kawan


Komik ini saya pinjem dua seri, barengan sama dua novel yang saya review sebelumnya: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin dan Divortiare. Nostalgia sama masa kecil dulu :). 
Gengnya Monika ini terdiri dari Monika, Jimmi Lima, Dekil, dan Meggi. Selain kisah mereka berempat, ada juga cerita tokoh lainnya seperti Tom-Tom anak suku Indian, Ciko Bento si anak desa, Bubli si astronaut, Buk-A-Boo si hantu imut, Piteko manusia purba, Horasio tiranosaurus mungil pemakan selada, Blu si guguk yang berjenggot rumbai, Gledek si gajah, dan Keriting si... keriting.
Ohya, buat yang mau kangen-kangenan juga sama Monika dan kawan-kawan, bisa baca komik onlinenya di http://www.monica.com.br/ingles/comics/nwelcome.htm
Komik yang saya pinjem, sama nomer 71

Ngomong-ngomong komik ini sekarang susah banget dicari loh, kan udah ga terbit lagi. Kalo di negeri asalnya, Brazil, komik Monika dan Kawan-Kawan ini (judul di luaran: Monica's Gang) masih diteruskan penerbitannya. Bahkan tokoh-tokohnya pun berkembang dan jadilah judul baru untuk serial ini: Monica's Gang Teen. Dalam penulisannya, penulisnya Mauricio de Sousa berkolaborasi dengan komikus Jepang Alice Keiko Takeda, jadi ceritanya berbau manga. Info selengkapnya bisa baca di http://ollapalooza.blogspot.com/2010/06/current-obsession-turma-da-monica-jovem.html

Kamis, 30 Juni 2011

Cashflow for Woman


Judul Buku: Cashflow for Woman
Pengarang: Ahmad Gozali (Perencana Keuangan Safir Senduk & Rekan)
Penerbit: PT Mizan Publika
Tahun terbit: 2005

Buku ini saya dapatkan pada saat ada acara PesBuk (Pesta Buku) sekitar dua tahun lalu (dan baru saya baca kemarin, heu). Buku ini semacam guide untuk kaum hawa dalam mengelola keuangan. Buku ini menyadarkan saya, ternyata saya agak parah soal--ehm, mengelola keuangan. =,=

Jumat, 17 Juni 2011

Serial Anak-Anak Mamak


"Ooi, tanam sebutir tumbuh menjadi tujuh/
Tujuh batang mekar tumbuh tujuh tangkai/
Tujuh tangkai berbuah tujuh butir/
Berlipat-lipat kebaikan dari penguasa alam//

Ooi, begitulah pula seharusnya kita hidup berbudi/
Satu kebaikan mekar menjadi tujuh kebaikan/
Tujuh kebaikan mekar menjadi tujuh lagi/
Berlipat-lipat tidak terhitung kebaikan/
Memenuhi bumi milik Yang Maha Pengasih//

Ooi, begitu pulalah jika hidup tidak berbudi/
Satu keburukan mekar menjadi tujuh keburukan/
Tujuh keburukan mekar menjadi tujuh lagi/
Berlipat-lipat tidak terhitung keburukan/
Yang setiap butirnya harus dipertanggung-jawabkan nanti//"

-Kidung prosesi tebar benih, Pukat-Tere Liye

Demikian kidung yang dilantunkan Wak Yati saat prosesi tebar benih padi dalam buku Serial Anak-Anak Mamak yang terbit kedua: Pukat. Buku ini merupakan buku ketiga dari serial Anak-Anak Mamak: Buku 1 Amelia (dijanjikan terbit Agustus 2011), Buku 2 Burlian (terbit Nov 09), Buku 3 Pukat (terbit Feb 10), Buku 4 Eliana (terbit Okt 10). Buku pertama, Amelia, diklaim sebagai pembuka yang akan menutup seluruh cerita.

Setiap buku menceritakan masa kanak-kanak masing-masing keempat tokoh tersebut. Masa kanak-kanak dengan sebuah perkampungan sederhana di Pulau Sumatera, fasilitas seadanya, kekayaan alam yang masih lestari menjadi tempat bertumbuh mereka. Dengan latar dan alur yang seragam, tak akan sulit untuk memahami isi buku ini. Namun tak membuat bosan pula, karena setiap karakter menghidupi kisah dalam setiap bukunya dengan karakter dan penyikapan yang berbeda pula. Semakin dibaca semakin tergali kehidupan mereka. Semakin dibaca semakin lengkap puzzle yang tersusun. 

Serial Anak-Anak Mamak ini memperkenalkan saya pada dunia mereka yang menakjubkan. Berkenalan dengan Bapak yang periang dan bijak dalam menyikapi masalah; Mamak yang cerdik, disiplin, tegas, dan tanpa kompromi; serta keempat anak mereka dengan ciri khasnya masing-masing: Eliana si anak pemberani, Pukat si anak pintar, Burlian si anak spesial, dan Amelia si anak kuat. Masa kanak-kanak yang kental akan kesederhanaan, keajaiban-keajaiban dalam keterbatasan yang mereka miliki, kepolosan, kenakalan, nilai luhur. Penghargaan dan kasih sayang terhadap alam. Rasa kekeluargaan dan gotong royong yang kental sesama warga kampung. Kebanggaan dalam teguh berprinsip. Bangga dengan segala keterbatasan, berharga diri: tidak minta dikasihani. Makna yang begitu dalam terkandung pada kisah-kisah sederhana yang terjalin satu sama lain.

Sedikit disayangkan karena buku ini diceritakan dari sudut pandang sang tokoh, kekhasan sang tokoh ini pun menjadi kurang terasa karena sikap sederhana mereka tak membuat sifat-sifat mereka begitu menonjol. Namun hal ini tidak mengurangi kesukaan saya kepada serial ini. Sederhana, memikat, dan penuh makna :)


--Hingga saat saya menulis ini, saya masih belum dapat menebak apakah gerangan gambar yang terlukis di cover Pukat. Cover buku ini sama persis dengan buku Burlian yang bergambar perahu. Tapi kalau yang di buku Pukat ini apa ya? Makin diamati makin ngga ngerti. Sepertinya sih seekor naga yang melingkari batu. Sedang cover buku Eliana bergambar ombak, truk, ikan kembung, bunga bangkai: persis dengan yang diceritakan dalam bukunya.  
Hm yasudahlah.



Minggu, 06 Maret 2011

Buku Anak Kampung


Tulisan ini dibuat karena terilhami salahsatu postingan teman saya, Ziyy, di blognya saat ia me-review buku Eliana karya Tere Liye. Ia bilang,


"Secara pribadi, saya suka serial anak-anak mamak. Karena dengan membaca serial tersebut, setidaknya saya bisa mendapati pengalaman menjadi anak desa (samasekali bukan anak kota seperti adanya saya). Dengan begitu, saya menghibur diri dari perasaan iri terhadap mereka yang dibesarkan oleh kebijaksanaan alam. Yang tumbuh bukan dari sintesa banyak kebudayaan. Betapa asyiknya.. :’("

girl's stuff

bagja kana Sunda

Taujih

 

Titik Senyap Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by Buy Engagement Rings | Infidelity in Marriage by Blogger Templates