Saya mengenal konsep diri pertama kali waktu SMP. Guru saya menjelaskan tentang minat dan bakat. Dalam pikiran saya, berbakat berarti jago memainkan alat musik atau berolahraga, atau melukis. Hanya sekitar bidang seni dan olahraga. Maka ketika saya ditanya apa bakat saya, saya bengong. Terus jawaban saya, "ngga ada". Ketika saya ditanya apa minat saya, saya jawab, "ngga tahu." #nohope.
Bahaya kan, anak kaya saya. Gimana mau berguna buat dien, keluarga, bangsa, dan negara (pkn mode:on) kalo saya sendiri ga tau saya bisa ngasih manfaat apa. Tapi seenggaknya saya tahu saya ngga sendiri. Di sini, di Indonesia ini, di dunia ini, ada banyak orang yang mungkin sampai mati pun ngga tahu sebenernya Allah kasih keistimewaan apa buat dirinya. Sebagian tidak tahu karena tidak pernah keluar dari tempurung lingkungannya, sebagian tidak berjodoh dengan kesadarannya, sebagian lagi tidak tahu karena baginya tidak ada waktu untuk itu. Boro-boro mikirin potensi, mikirin makan aja susah...