Tampilkan postingan dengan label just a thought. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just a thought. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Maret 2014

Detoksifikasi #1


Beberapa waktu berselang setelah kematian Ainun, Habibie masih linglung. Suatu hari, pukul 02.30 dini hari, masih dengan pakaian tidur, Habibie berjalan kaki di sekeliling rumahnya. Ia menangis seperti anak kecil yang mencari ibunya. Orang-orang sekitarnya pun mengkhawatirkan keadaannya.
Habibie kemudian konsultasi dengan profesor dokter yang telah menjadi langganan keluarga. Hasil pemeriksaan itu menyatakan hubungan Habibie-Ainun terlalu dekat. "Psikosomatis malignant istilahnya, sehingga tenggelam dalam kesedihan," Habibie berujar.
Menurut tim dokter, cerita Habibie, jika dia tak berbuat apapun, Habibie bisa mengikuti jejak istrinya. Maka, dokter pun memberi empat saran. Pertama, Habibie dirawat di rumah sakit jiwa. Kedua, tetap di rumah tapi ada tim dokter dari Indonesia dan Jerman yang ikut merawat. Ketiga, curhat kepada orang-orang yang dekat dengan Habibie dan Ainun. Keempat, dengan menulis.
"Saya pilih menulis, saya pilih yang keempat," ujarnya.
Dan Habibie masih bertahan hingga detik ini. Sembuh. Maka saya putuskan untuk meneruskan jejaknya, hehe.

Kamis, 03 November 2011

Selintas saat Walimahan Dian


"Nikah sebelum penempatan itu enak ya. Temen-temen belum pada kepisah jauh, adek-adek kampus masih pada kenal, temen sma, smp, sd masih pada ngampus. Fasilitas grup di fb bikin kita berasa reunian. Solidaritasnya masih kental. Kan sedih kalo pas nikah, kebanyakan yang datengnya kenalan orangtua kita. Yang kita kenal cuma satu dua. Enak kalo nikah muda. Nanti kalau nikahnya dua atau tiga tahun lagi, mungkin temen kita malah udah pada lupa kita yang mana. grup fb nya aja udah pada ga dicek lagi."

Yaaa tapi itu kalo marriage dipandang sebagai akhir. dimana pesta pernikahan adalah sebuah puncak. Saya jadi keingetan sebuah postingan di tumblr, bahwa di dunia ini, kebanyakan perempuan excited soal pernikahan, sebagian besar karena mereka akan memakai gaun indah, menjadi pusat perhatian, menjadi ratu, layaknya yang diimpikan setiap perempuan yang dicekokin Disney's Princess Series atau Barbie Fairy Tales.

Hmm jadi pengen ketawa sendiri. Padahal kan pernikahan itu sebuah awal, fase baru. Hampir mirip dengan kematian; kabar pernikahan juga merupakan sarana muhasabah/ instrospeksi diri, hanya saja dalam jangka yang lebih pendek: Sejauh apa kita telah mempersiapkan diri? Sejauh apa kita telah memantaskan diri?

Kamis, 18 Agustus 2011

Mengapa Menulis?


Sebenarnya dulu saya ngga kepikiran buat belajar nulis. Sekalinya nulis di note fb gara-gara galau. krik krik. Saya mencukupkan diri dengan menyenangi tulisan teman-teman saya yang pinter dan seneng nulis. Banyak motivasi dan hal lain yang bisa saya ambil. Kebanyakan dari teman saya juga mulai menulis, termotivasi dari lingkungannya. Mencontoh kakak kelas/ tingkat, lalu mulai belajar menulis bersama-sama. Saling sharing, saling mengapresiasi, saling menyemangati. Lingkungan yang seperti itu, sangat menyenangkan untuk bertumbuh dan belajar. Bawaan saya yang haro (males) aja yang bikin saya ngga mencicipi rasanya belajar nulis bareng seperti apa.

Musim ujian dateng, berbagai macam buku, buletin, dan artikel blog berganti jadi buku sukses UAN, seribu pena, dan bundelan latihan soal. Selepas ujian, capek rasanya sama yang namanya tulisan. Butek liat kata. Jelang masa perkuliahan tingkat dua, hidup saya di-(sok)-sibukkan dengan kegiatan kampus. Jujur itu masa paling buta buku buat saya. Saya lebih akrab dengan laptop daripada buku. Sekalinya online, saya nguprek fb dan social network lain. Atau baca scanlation manga. Atau ngga online pun, saya nonton drama korea.

Lambat laun dampaknya muncul juga. Materi perkuliahan sulit saya cerna. Yaa emang mumet dari sananya sih, tapi saya yang sekarang, bahkan ngga punya kekuatan buat mantengin bukunya. Mantengin aja ga bisa, apalagi mencerna. Sigh. Lalu saya nyentuh lagi buku-buku lama. Well, kecepatan baca saya menurun. Kemampuan baca saya menurun =,=. Seiring menurunnya minat dan kemampuan saya membaca, menurun juga kemampuan saya mengolah kata. Nah yang ini fatal, karena...

At least umumnya saya ujian kan bentuknya essay. Saat temen saya nambah kertas folio saat ujian, bahkan sampai 3 x nambah (yang berarti 4 double folio/ 8 lembar folio), saya mencukupkan diri dengan 1 double folio saja. Buat saya sih kurang kerjaan juga ngarang panjang-panjang. Tapi kalau dosennya berpandangan lain, ya gimana..

Selain itu juga, ternyata banyak manfaat yang saya lewatkan dari kegiatan mengakrabkan diri dengan kata ini. Saya pernah baca sebuah artikel, orang yang sering menulis biasanya punya kemampuan berbicara yang baik juga. Ini pasti karena udah biasa mengolah kata. Kalau orang udah suka nulis tapi kemampuan bicaranya biasa aja, ya apalagi kalo dia jarang nulis. Punya kemampuan berkomunikasi yang baik itu ngga jelek kan? Ini yang bikin saya tertarik buat belajar nulis.

Meski seringkali tulisannya ga banyak guna buat orang sampai saat ini, well saya udah cukup puas sih. Yang penting biasain menulis dulu lah yaa, semoga ntar saya better dalam nulis ^^.


kenapa nulis ini? karena saya sungguh ingin ngeblog hari ini tapi entah nulis apa, hehe. 

Sabtu, 13 Agustus 2011

Akhirmu dimana?


lengkapnya bisa dibaca di http://salingsilang.com/headline/artikel/canda-sebelum-ajal-menjemput

setelah berhasil membujuk diri sendiri, "ayo abis tamat satu paket soal tar boleh internetan beberapa jam, ngepost di blog (yg ternyata beberapa jamnya itu sama kaya seharian juga), saya menahan diri untuk ngga buka laptop dulu. Jadi ga apdet dari pagi.

Selepas dzuhur, saya ngecek twitter. Ada temen, sebut aja mutantitan (berasa ga ada temen laen ya saya, sedih :'( ) ngtwit tentang adek lesnya yang meninggal. Dia juga ngeRT twitnya Dinar, dan Poconggg. Nah yang bikin saya heran ko si Poconggg ini sampe tau. Penasaran, saya track siapa yang dimaksud. Ada dua orang, remaja putri. Twit-twit terakhir mereka nunjukkin kalo mereka kayaknya lagi asik sama yang mereka lagi ngalamin:

girl's stuff

bagja kana Sunda

Taujih

 

Titik Senyap Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by Buy Engagement Rings | Infidelity in Marriage by Blogger Templates