Jumat, 19 Agustus 2011

yang jauh, yang terabai, yang terlupakan


Suatu hari, beberapa hari yang lalu, ga ada angin ga ada ujan si ijal ngetwit ke saya sama ilham:


 Papih Fakhru 

#bengong #hening


si ilham kayanya lagi ga OL. Terus karena penasaran juga, saya copy lah twitnya dia terus saya googling. Link yang pertama saya liat, jagong tuhur meunang ngunun haturan bagea sumping itu suka jadi pembuka seserahan kawinan. Lah, siapa yang nikah? 
Setelah saya scroll, akhirnya ada link yang kayanya ngga sesat. Di situs itulah saya temukan jawabannya (sfx: cring cring cring). Yang Ijal twit itu namanya WAWANGSALAN. Sesuatu yang terakhir kali saya dengar waktu SMP. Sedih ya

Seharusnya, kita ngga berjodoh ya


Entah mantera tidur macam apa yang disisipkan ke dalem modul kompre, kedua modul pembahasan itu bikin saya ngantuk seketika. Paling lama dua halaman, setelah itu saya ngga tahan untuk meraih bantal dan menenggelamkan muka di dalamnya.

Ironis. Mengantuk saat mempelajari bahan, termangu saat mengerjakan soal, namun tak dapat memejamkan mata sedetikpun setelah keluar dari ruang ujian. Bahkan kasur yang kuat gaya gravitasinya pun, tak mampu membuai saya dalam mimpi. Terbalik dari yang seharusnya. Siklus yang menyebalkan. 

tanya kenapa saya berdiksi seperti ini? karena emang lagi ga nyante, hehe

Lalu hari ini, Alhamdulillah lebih baik dari kemarin. Seharusnya saya piket kosan. Seharusnya saya ngeberesin kamar dan nyuci baju. Seharusnya saya mengerjakan hal-hal yang tertunda selama dua hari ini. Tapi lagi-lagi kata seharusnya tidak berjodoh dengan saya. Buku Madre yang akhirnya saya dapatkan (meski cuma pinjem sehari di tik tok) sehabis ujian tadi, merajuk minta dibaca. 

Lalu, ketika seharusnya saya menikmati Madre hingga selesai, lagi-lagi gangguan muncul. Baru saja habis melumat kata pengantarnya, otak saya memanggil-manggil, mengajak saya ke alam lain.

Lihat! editor Madre ini memainkan kata-kata. Kamu sudah lama tidak melakukannya kan? Aku kangen, dan pastinya kamu juga. Ayo kita nostalgia sekarang! Ayo kita main lagi sama kata! Kita rangkai, kita ramu! Itu ajak pikiranku, menarik-narik mataku agar pergi dari Madre.

Nah, kemana semua diksi yang lalu saya punya? Banyak yang hilang. Kosakataku terbatas sekarang. Mereka marah, lama tak dirawat. Marah diabaikan, mereka berlarian hilang. Yah, mau tak mau saya harus mulai dengan yang saya punya.

Lalu, pikiranku mengajakku meramu sajak. Atau menenun sebuah kisah. Atau apapun, apapun. Tapi saat seharusnya saya asik merangkai kata, tiba-tiba minat itu tak minta diturutkan lagi. Sudah merasa cukup disini. Di titik ini.

Ah seharusnya, kita memang ngga jodoh ya..

Kamis, 18 Agustus 2011

What You Are


by Jewel


I'm driving around town
Kinda bored with the windows rolled down
See a girl on the bus stop bench
Dressed to draw attention

Hoping everyone will stare
If she don't stand out she thinks she'll disappear
Wish I could hold her, tell her, show her
What she wants is already there

A star is a star
It doesn't have to try to shine
Water will fall
A bird just knows how to fly

You don't have to tell a flower how to bloom
Or light how to fill up a room
You already are what you are
And what you are is beautiful

Heard a story the other day
Took place at the local VA
A father talking to his dying son
This was his conversation

"It's not supposed to be like this
You can't go first I can't handle it"
The boy said "Dad now don't you cry,
Remember when I was a child what you used to tell me when I'd ask why?"

(You'd say) Gravity is gravity
It doesn't try to pull you down
Stone is stone
It can't help but hold its ground

The wind just blows, though you can't see
It's everywhere like I'll always be
You already are what you are
And what you are is strong enough

Look in the mirror
Now that's another story to tell
I give love to others
But I give myself hell

I'd have to tell myself
"In every scene there's a perfect plan"
Everything I hoped to be
I already am

A flower is a flower
It doesn't have to try to bloom
And light is light
Just knows how to fill a room

And dark is dark
So the stars have a place to shine
The tide goes out
So it can come back another time

Goodbye makes a love so sweet
And love is love so it can teach us
We already are what we are
And what we are is beautiful

And strong enough
And good enough
And bright enough

Mengapa Menulis?


Sebenarnya dulu saya ngga kepikiran buat belajar nulis. Sekalinya nulis di note fb gara-gara galau. krik krik. Saya mencukupkan diri dengan menyenangi tulisan teman-teman saya yang pinter dan seneng nulis. Banyak motivasi dan hal lain yang bisa saya ambil. Kebanyakan dari teman saya juga mulai menulis, termotivasi dari lingkungannya. Mencontoh kakak kelas/ tingkat, lalu mulai belajar menulis bersama-sama. Saling sharing, saling mengapresiasi, saling menyemangati. Lingkungan yang seperti itu, sangat menyenangkan untuk bertumbuh dan belajar. Bawaan saya yang haro (males) aja yang bikin saya ngga mencicipi rasanya belajar nulis bareng seperti apa.

Musim ujian dateng, berbagai macam buku, buletin, dan artikel blog berganti jadi buku sukses UAN, seribu pena, dan bundelan latihan soal. Selepas ujian, capek rasanya sama yang namanya tulisan. Butek liat kata. Jelang masa perkuliahan tingkat dua, hidup saya di-(sok)-sibukkan dengan kegiatan kampus. Jujur itu masa paling buta buku buat saya. Saya lebih akrab dengan laptop daripada buku. Sekalinya online, saya nguprek fb dan social network lain. Atau baca scanlation manga. Atau ngga online pun, saya nonton drama korea.

Lambat laun dampaknya muncul juga. Materi perkuliahan sulit saya cerna. Yaa emang mumet dari sananya sih, tapi saya yang sekarang, bahkan ngga punya kekuatan buat mantengin bukunya. Mantengin aja ga bisa, apalagi mencerna. Sigh. Lalu saya nyentuh lagi buku-buku lama. Well, kecepatan baca saya menurun. Kemampuan baca saya menurun =,=. Seiring menurunnya minat dan kemampuan saya membaca, menurun juga kemampuan saya mengolah kata. Nah yang ini fatal, karena...

At least umumnya saya ujian kan bentuknya essay. Saat temen saya nambah kertas folio saat ujian, bahkan sampai 3 x nambah (yang berarti 4 double folio/ 8 lembar folio), saya mencukupkan diri dengan 1 double folio saja. Buat saya sih kurang kerjaan juga ngarang panjang-panjang. Tapi kalau dosennya berpandangan lain, ya gimana..

Selain itu juga, ternyata banyak manfaat yang saya lewatkan dari kegiatan mengakrabkan diri dengan kata ini. Saya pernah baca sebuah artikel, orang yang sering menulis biasanya punya kemampuan berbicara yang baik juga. Ini pasti karena udah biasa mengolah kata. Kalau orang udah suka nulis tapi kemampuan bicaranya biasa aja, ya apalagi kalo dia jarang nulis. Punya kemampuan berkomunikasi yang baik itu ngga jelek kan? Ini yang bikin saya tertarik buat belajar nulis.

Meski seringkali tulisannya ga banyak guna buat orang sampai saat ini, well saya udah cukup puas sih. Yang penting biasain menulis dulu lah yaa, semoga ntar saya better dalam nulis ^^.


kenapa nulis ini? karena saya sungguh ingin ngeblog hari ini tapi entah nulis apa, hehe. 

Selasa, 16 Agustus 2011

Ibu Ketring


just someone that I met recently.

Someone that called me emba when she texted me. Not mbak or mba or mb. Yes, she added e- before mba.
Someone that on Sunday at 3 a.m. sent me catering, then at 17.28 sent me a message, "hari minggu katering libur yaaa..." but soon after i read it, the catering still delivered to my boarding house anyway.

Hahaha. Anyeeeh ibunya...

girl's stuff

bagja kana Sunda

Taujih

 

Titik Senyap Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by Buy Engagement Rings | Infidelity in Marriage by Blogger Templates